Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Senin, 14 Januari 2013

Teori Dan Modul Mesin Bubut Manual(Convensional)


1.BAGIAN BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT



KEPALA LEPAS

1.Tempat dudukan center putar

2.Tempat dudukan center tetap

3.Tempat dudukan cak bor

4.Penyangga benda kerja


KEPALA TETAP

1.Tempat dudukan cak

2.Spindle utama

3.Tempat dudukan handel-handel putaran mesin dan oprasional mesin



2.ALAT-ALAT PENDUKUNG

1.Pahat

-pahat rata kiri dan kanan

-pahat dalam

-pahat alur segi empat

-pahat ulir dan ulir dalam

2.Center putar

3.Center tetap

4.Center kacamata jalan

5.Kunci cak

6.Kunci tool post(rumah pahat)

7.Center drill

8.Caddog(pembawa)



3.PERHITUNGAN KECEPATAN PUTARAN PADA MESIN BUBUT

Rumus :
N = 1000.cs/v/pie.D

N : Jumlah putaran permenit (RPM)

V/cs : Cutting speed/kecepatan potong

D : Diameter benda kerja

pie : Konstanta

M : Valensi dari m->mm



4.TIRUS

Tirus adalah komponen mesin yang lulus dan sejajar yang mempunyai selisih diameter antara alas dan puncak.
FUNGSI TIRUS

1.Sebagai sambungan yang mudah dibuka dipasang

2.Sambungan perantara dan sambungan tetap



TIGA CARA PEMBUATAN TIRUS

1.Dengan pergeseran kepala lepas

2.Denga pergeseran eretan atas

3.Dengan perlengkapan tirus/taporatachement


Download Modul Mesin Bubut Convensional:
-PENGOPERASIANMESINBUBUT.pdf
-Menggunakan mesin bubut kompleks.pdf


Jika anda ingin convert .pdf ke word document klik link di bawah untuk download softwarenya

Jumat, 11 Januari 2013

Tap Dan Kikir Kerja Bangku Mesin Produksi


TAP

Tap adalah alat yang di gunakan untuk membuat ulir dalam secara manual.
 

satu set tap terdiri dari 3 buah
1. Tap konis
2. Tap antara
3. Tap rata
 Perbedaan
*   Tap konis
o   tap urutan pertama pada penggunaannya dengan bentuk tirus di ujungnya untuk memepermudah pemotongan,  bentuk ulir yang di hasilkan dari tap pertama 25% dari bentuk ulir yang sesungguhnya.
*   tap antara
o   dipakai setelah no.1. , bentuk tirus pada ujungnya lebih pandek dari pada tap konis.
*   tap rata
o   tap terakhir dan membentuk profil ulir yang penuh. Bagian tirus ujungnya sangat pendek sehingga dapat mencapai dasar untuk lubang tak tembus.






BAGIAN – BAGIAN TAP

TANGKAI TAP
Tangkai tap di gunakan sebagai alat pemegang dan pemutar tap pada saat proses pembuatan ulir. 




Pemegang Tap Bentuknya Ada 3 Macam, Yaitu:
    1. tipe batang,
Dudukan tap
 
   2. tipe penjepit,
    3. tipe amerika
Arah Putaran Tap
 Handle pemutar

















Tips Pemakaian Tap 
*   Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap.
*   kemudian pastikan bahwa tap benar-benar tegak lurus   terhadap benda kerja.
*   Putar tap secara perlahan searah jarum jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan ±270o maju searah jarum jam, kemudian diputar mundur ±90o berlawanan arah jarum jamdengan tujuan untuk memotong tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi ±270o maju searah jarum jam dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam, demikian seterusnya sampai selesai.


#Download Modul lengkap TAP (ulir Dalam).pdf 




Jika anda ingin convert .pdf ke word document klik link di bawah untuk download softwarenya



Kamis, 10 Januari 2013

Mesin Gerinda Persisi (Mesin Produksi)

Menggerinda merupakan salah satu pekerjaan yg memerlukan ketelitian dlm bengkel mesin, yg tak kalah penting dengan pekerjaan lainnyayang menggunakan mesin.Berdasarkan keperluan penggerindaan dpt menghasilkan permukaan akhirsesuai dengan yg dikehendaki, dari yang kasar hingga yg halus dengan ketelitian yang tinggi.
Salah satu keuntungan penggerindaan ialah kita dapat mengerjakan benda yang telah dikeraskan. Sistem pengerjaan dari mesin gerinda, dengan ketelitin yg tinggi ini dapat tercapai karena pemotongan/pemakanan oleh mesin” gerinda tersebut dapat diatur sekecil mungkin/setipis mungkin,yaitu sebesar dua samoai lima micron.

Mesin gerinda terbagi menjadi 3 macam yaitu:
· Mesin gerinda permukaan rata.
· Mesin gerinda silindris.
· Mesin gerinda alat alat potong.

MESIN GERINDA PERMUKAAN RATA

  1. Jenis mesin gerinda permukaan rata
Mesin gerinda permukaan rata dpt dibagi atas dua macam bila dilihat dari sumbunya,yaitu:
A. Mesin gerinda sumbu mendatar

Sumbu ini terlihat sejajar dengan mejanya , sadangkan roda gerindanya sendiri tegak lurus terhadap meja mesin.
B. Mesin gerinda sumbu tegak
Pada mesin ini letak sumbu roda gerindanya tegak lurus terhadap meja, sedangkan roda gerindanya terletak sejajar dengan meja mesin.Bagian sisi datar roda gerinda merupakan sisi potongnya.

Dilihat dari arah gerakan meja maka mesin gerinda permukaan rata dibagi atas 2 macam yaitu:
a) Mesin gerinda permukaan dengan gerakan meja bolak balik

Yang bergerak adalah benda kerja sedangkan poros gerinda tidak berpindah tempat. Cara ini serupa dengan cara kerja mesin ketam meja(planner) yang besar.
b) Mesin gerinda permukaan dengan gerakan meja berputar
Mesin ini menggunakan meja dengan gerakan berputar untuk itu benda kerja benda kerja dapat disusun radial.Dalam hal ini gerk lurus tidak lagi dibutuhkan.

Bila ditinjau dari sistem gerakan untuk melakukan proses pemotongan , maka mesin gerinda terdiri atas tiga jenis,yaitu
  • Manual yaitu mesin gerinda yg gerakan mejanya sepenuhnya digerakkan oleh tangan.

  • semi otomatis yaitu mesin gerinda yg hanya sebagian saja gerakannya dilakukan dengan tangan seperti gerakan penurunan roda gerinda.

  • Otomatis yaitu mesin yang sepenuhnya bergerak secara hidrolis/ menggunakan komputer
2. Bagian bagian utama mesin
Bagian-bagian utama dari mesin gerinda permukaan adalah sebagai berikut:



  • Alas mesin
    Alas mesin disebut juga bed merupakan kotak terbuat dari besi tuang dan didalamnya ditempatkan unit penggerak hidrolis.



  • Eretan
    Eretan disebut juga sadel. Eretan bergerak bolak balik dlm arah memanjang/melintang diatas bed.



  • MejaMeja ini terpasang pada permukaan begian atas eretan dan dilengkapi dengan 3 buah alur T untuk menempatkan baut pengikat.



  • Badan atau kolom tegak
    Kolom ini berfungsi untuk menopak unit kepala gerinda.



  • Kepala gerinda
    Unit kepala gerinda terbuat dari besi tuang , didalamnya terdapat sumbu roda gerinda & bantalan peluru penahan gesekan.



  • Unit pengendali
    Unit pengendali terdiri atas:
    1) Penatur gerakan meja memanjang
    2) Penatur gerakan meja melintang
    3) Pengatur gerakan roda vertikal
    4) Kontrol kelistrikan.



  • Download modulnya lebih lengkap:
    # Modul lengkap Mesin Gerinda.pdf

    Jika anda ingin convert .pdf ke word document klik link di bawah untuk download softwarenya

    Jumat, 21 Mei 2010

    TEKNIK LAS DASAR

    TEKNIK LAS DASAR

    a. Prinsip las listrik
             Penyambungan dua buah logam atau lebih menjadi satu dengan jalan pelelehan atau pencarian dengan busur nyala listrik sebagai smber panasnya.penggunaan tenaga listrik sebagai sunber nyalanya dibagi menjadi dua yaitu
    1. Las tahanan listrik
    2. Las busur nyala listrik
               Las tahanan listrik adalah proses pengelasan yang di lakukan dengan cara mengalirkan arus listrik melalui bidang-bidang atau permukaan benda kerja yang akan di sambung atau di las.tahanan yang di timbul akan oleh arus listrik pada bidang-bidang sentuh akan menimbulkan panas dan berguna mencairkan permukaan sambung.
              Jadi,tekanan yang diberikan antara kedua bahan kerja akan menimbulkan paduan antara dua buah yang disambung.
              Sedangkan las busur nyala listrik merupakan pengelasan yang di lakukan dengan jalan mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda yang akan disambung dan membangkitkan busur nyala listrik melalui elektroda.
              Proses terjadinya arus listrik ini diakibatka perbedaan tegangan listrik antara kedua kutub yaitu kerja dan elektroda.perbedaan tegangan inin disebut tegangan nyala busur.
    Besar tengangan ini antara 20 volt dan 40 volt.

    b. Elektroda
                Elektroda merupakn bagian terpenting dalam las busur listrik.selama pengelasan elektroda akan habis pada saat berlansungnya pengelasan.jenis elektroda akan mempengaruhi pengelasan, maka itu pemilihan dan jenis elekroda haruslah tepat.berdasrkan selaput pelindungnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput.
    Elektroda berselaput ini terdiri dari bangian inti dan pelindung atau fluks.pelapisan fluks dapt dilakukakn dngan cara di semprot,celup atau destrusi.tujuan di buatnya fluks ini agar pada saat elektroda terbkar akan menghasilkan gas co2 dengan tujuan melindungi cairan las,busur listrik dari oksigen yang dapat mengalami bahan las mengalami oksidasi sehingga akan mempengaruhi sifat mekanisme dari logam las. 

            Jadi selaput elektroda mempunyai fungsi-fungsi antara lain :
    1.Mencegah terbentuknya oksida-oksida dan nitrad logam sewaktu proses pengelasan berlansung.
    2. Membuat torak pelindung sehingga dapat mengurangi kecepatan pendingin ,dengan tujuan agar benda kerja yang dilas tidak mengalami getas atau rapuh.
    3. Memberikan sifat2 khusus terhadap hasil las-lasan dengan cara menambah zat-zat tertentu yang terkandung dalam selaput.
    4. Menstabilkan terjadinya busur api dan mengarahkan nyala busur api sehingga mudah di control. 

            Oleh karena pemilihan jenis elektroda haruslah tepat dengan memperhatikan sebagai berikut.
    • Jenis logam yang akan di las
    • Tebal bahan yang akan di las
    • Kekuatan mekanis yang di harapkan dari hasil pengelasan
    • Posisi pengelasan dan
    • Bentuk kampuh benda kerja



    TEKNIK PENGELASAN

              Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu.

              Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya.

             Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi nlubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus, dan macam –macam reparasi lainnya.

             Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat lasdengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya.

             Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya didalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacam-macam penngetahuan.

              Karena itu didalam pengelasan, penngetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih bterperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las, dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang.

             Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.klasifikasi dari cara-cara pengelasan ini akan diterangkan lebih lanjut.

             Pada waktu ini pengelasan dan pemotongan merupakan pengelasan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi dengan bahan baku logam. Dari pertama perkembangannya sangat pesat telah banyak teknologi baru yang ditemukan. Sehingga boleh dikatakan hamper tidak ada logam yang dapat dipotong dan di las dengan cara-cara yang ada pada waktu ini.

             Dalam bab ini akan diterangkan beberapa cara penngelasan dan pemotongan yang telah banyak digunakan sedangkan penerapannya dalam praktek akan diterangkan dalam bab-bab yang lain.

    KLASIFIKASI CARA-CARA PENGELASAN DAN PEMOTONGAN

    Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las, ini disebabkan karena perlu adanya kesepakatan dalam hal-hal tersebut. Secara konvensional cara-cara pengklasifikasi tersebut vpada waktu ini dapat dibagi dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.

    Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las patri dan lain-lainnya. Sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya.

    Bila diadakan pengklasifikasian yang lebih terperinci lagi, maka kedua klasifikasi tersebut diatas dibaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok yang banyak sekali.

    Diantara kedua cara klasifikasi tersebut diatas kelihatannya klasifikasi cara kerja lebih banyak digunakan karena itu pengklasifikasian yang diterangkan dalam bab ini juga berdasarkan cara kerja.

    Berdasrkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi dalam tiga kelas utama yaitu : pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.

    1. Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan sampai mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau sumber api gas yang terbakar.
    2. pengelasan tekan adalah pcara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu.
    3. pematrian adalah cara pengelasan diman sambungan diikat dan disatukan denngan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah. Dalam hal ini logam induk tidak turut mencair.

    Pemotongan yang dibahas dalam buku ini adalah cara memotong logam yang didasarkan atas mencairkan logam yang dipotong. Cara yang banyak digunakan dalam pengelasan adalah pemotongan dengan gas oksigen dan pemotongan dengan busur listrik.

    Pengelasan yang paling banyak ndigunakan pada waktu ini adalah pengelasan cair dengan busur gas. Karena itu kedua cara tersebut yaitu las busur listrik dan las gas akan dibahas secara terpisah. Sedangkan cara-cara penngelasan yang lain akan dikelompokkan dalam satu pokok bahasan. Pemotongan, karena merupakan masalah tersendiri maka pembahasannya juga dilakukan secara terpisah.

    Dibawah ini klasifikasi dari cara pengelasan :
    a) Pengelasan cair

    Ø Las gas
    Ø Las listrik terak
    Ø Las listrik gas
    Ø Las listrik termis
    Ø Las listrik elektron
    Ø Las busur plasma
    b) Pengelasan tekan

    Ø Las resistensi listrik
    Ø Las titik
    Ø Las penampang
    Ø Las busur tekan
    Ø Las tekan
    Ø Las tumpul tekan
    Ø Las tekan gas
    Ø Las tempa
    Ø Las gesek
    Ø Las ledakan
    Ø Las induksi
    Ø Las ultrasonic
    c) Las busur

    Ø Elektroda terumpan
    d) Las busur gas

    Ø Las m16
    Ø Las busur CO2
    e) Las busur gas dan fluks

    Ø Las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks
    Ø Las busur fluks
    ü Las elektroda berisi fluks
    ü Las busur fluks
    o Las elektroda tertutup
    o Las busur dengan elektroda berisi fluks
    o Las busur terendam
    ü Las busur tanpa pelindung
    o Elektroda tanpa terumpan
    ü Las TIG atau las wolfram gas

    A. LAS BUSUR LISTRIK

    Las busur listrik atau pada umumnya disebut las listrik termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Jadi surnber panas pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik, antara elektroda las dan benda kerja.

    Benda kerja merupakan bagian dari rangkaian aliran arus listrik las. Elektroda mencair bersama-sama dengan benda kerja akibat dari busur api arus listriik.

    Gerakan busur api diatur sedemikian rupa, sehingga benda kerja dan elektroda yang mencair, setelah dingin dapat menjadi satu bagian yang sukar dipisahkan.

    Jenis sambungan dengan las listrik ini merupakan sambungan tetap.
    Penggolongan macam proses las listrik antara lain, ialah :

    1. Las listrik dengan Elektroda Karbon, misalnya :
    aLas listrik dengan elektroda karbon tunggal
    bLas listrik dengan elektroda karbon ganda.
    Pad alas listrik dengan elektroda karbon, maka busur listrik yang terjadi diantara ujung elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas. Sebagai bahan tambah dapat dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fliksi.
    Las Listrik dengan Elektroda Logam, misalnya :
    Las listrik dengan elektroda berselaput,
    Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas),
    Las listrik submerged.
    Las listrik dengan elektroda berselaput
    Las listrik ini menggunakan elektroda berelaput sebagai bahan tambahan.

    Las Listrik TIG
    Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas, untuk pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C, sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik.
    Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan.
    Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.
    Sebagi gas pelindung dipakai argin, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
    Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.

    Penyedia arus
    Pengembali air pendingi,
    Penyedia air pendingin,
    Penyedia gas argon,
    Lubang gas argon ke luar,
    Pencekam elektroda,
    Moncong keramik atau logam,
    Elektroda tungsten,
    Semburan gas pelindung.
    Las Listrik Submerged
    Las listrik submerged yang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las).
    Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.
    Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan maju oleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan.

    B. Arus Listrik
    Arus Searah ( DC = Direct Current )
    Pada arus ini, elektron-elektron bergerak sepanjang penghantar hanya dalam satu arah.





    Download Modul Lengkap Teknik Las Dasar.pdf

    Minggu, 16 Mei 2010

    Saklar Otomatis

    A.Saklar Tombol Tekan(Push Button)
    Saklar tombol tekan masih banyak sekali di pakai untuk mengontrol motor. Tombol yang normal direncanakan untuk berbagai tipe yang mempunyai kontak normal tertutup (Normally Clossed/NC),atau normal terbuka (Normally Open/NO).
    Kontak NO akan menutup jika tombol ditekan. Tombol tekan ini banyak digunakan untuk start, Stop, dan membalik arah putaran motor. Tombol NO digunakan untuk start. Sedangkan tombol NC digunakan untuk stop.

    B.Saklar Tekan Batas(Limit Switch)
    Saklar tekan batas pada dasarnya merupakan atau saklar yang bekerja apabila mendapat tekanan. Bedanya dengan tombol tekan hanyalah pada pelayanannya dari saklar tersebut. Pemakaiannya adalah sebagai alat bantu kontrol dari pengontrol motor-motor yang memerlukan penggunaan saklar aktif dengan mesin tersebut. Sebagai contoh penggunaan saklar batas ini adalah pada pengontrolan pembalik putaran motor secara otomatis. Menjalankan motor secara beraturan pada sistem bantransfer(converyor). Pemilihan berat suatu benda control peneumatic dan lain-lain pengontrolan mesin secara otomatis.

    C.Saklar Apung (float switch)
    Untuk mengontrol ketinggian cairan digunakan saklar apung, saklar ini ditempatkan pada tangki air atau pada permukaan cairan yang dikontrol. Saklar apung mempunyai kontak NO dan kontak NC yang kerjanya dikendalikan oleh tuas atau mata rantai dari benda apung misalnya air pada pengontrol kotak-kotak. Saklar ini dihubungkan dengan rangkaian kontrol motor secara seri.

    D.Saklar tekan arus (flow switch)

    Bekerja berdasarkan tekanan cairan maupun udara melalui pipa penghubung tekanan ini akan membuka dan menutup kontak-kontak. Konstruksinya dari saklar tekan ini menurut prinsip kerja ada beberapa tipe. Sebagai contoh saklar yang digerakkan alat dayung (paddle), tekan difensial dan gaya kemagnetan.


    Download Modul Saklar otomatis lengkap.pdf


    Jika anda ingin convert .pdf ke word document klik link di bawah untuk download softwarenya

    Komentar

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites